Kita Sangat Berbeda

untuk bibi bibiku ( lina,mita,nindy dan rohis)

Dulu ketika kita masih kekanak-kanakan, dalam canda tawa tanpa dosa, bersih tak terjamah sesat nafsu, dalam satu cerita kebahagiaan, melepas lelah dengan cerita-cerita disekolah,
kita bahagia tanpa dosa dan kekejian. sampai pada saat perputaran waktu mengantar, aku berjalan sendiri dilain cerita, dan kalian tetap pada cerita kalian. Hidup dikalangan agamis dan penuh sopan santun. sebenarnya aku pun sama, dikalangan yang nampaknya sama dengan kalangan cerita kalian. setelah sehenyak aku tersadar akan roda ceritaku, aku dituntun kembali pada cerita kalian.
Dalam bayang tak jelas aku mencoba menelaah, bagaimana ceritaku dan cerita kalian. saat kita terpisah lautan pembatas cerita. dan bagaimana aku yang sekarang dan bagaimana kalian yang sekarang? saat aku harus kembali pada cerita kalian. aku kira kita sama, akan menapak satu jalan tanpa beda.
ah, namun itu hanya sekilas anggapan salah. dan yang benar adalah KITA SANGAT BERBEDA.
namun sejenak satu diantara kalian menelikung sangkaku. hah! terimakasihku pada bibiku yang satu ini, tapi harus kau sadar dan kalian sadar bibi bibiku!
sekilas sepintas aku dan kalian memang tampak sama. Dulu kita memang dalam satu cerita sama, tapi itu dulu.
proses dewasa kita berbeda yang melahirkan cara berpikir kita yang berbeda pula. cara bergaul kita pun berbeda ketika kita berbeda kalangan, sopan santun yang ku abaikan sangat berbeda dengan kalian yang menjunjungnya. bergaul dengan orang orang yang berwatak keras membuat watakku yang keras kepala berbalik 180 derajat dengan lemah lembut watak kalian, mulutku yang kotor selalu mengucap kata kata yang tak layak jauh dengan mulut bersih kalian.cerita cerita kelam berbias cahaya nafsu yang selalu kuturuti membuatku terlempar jauh dari kalangan kalian yang selalu menjaganya. aroma aroma membius kesadaranku membuatku mabuk layaknya para junkiest. ah, sudahlah masih banyak kebejatanku yang tak sebanding dengan kehormatan kalian. kalian jalani cerita cerita yang bersih berpoles tuntunan syari'at agama yang bersih dengan kalangan yang terikat dalam kerabat kekeluargaan yang kukuh.
Tapi lihatlah aku,
dikalangan kalian aku jadi orang asing, acuh dengan kekeluargaan yang dulu kurasa hangat saat kekanak kanakan , terkekang sopan santun dengan logat yang kubuat buat.
sudahlah, kita memang benar benar berbeda aku mengejar sesuatu dengan cara yang mungkin salah, aku ingin meraih benar lewat salah.
SUDAH SUDAH!
lewati saja jalan kalian, tinggalkan aku , aku orang asing yang terasing. aku akan berjalan dijalan yang asing bagi kalian, berjalanlah! kelak mungkin jalan kita kan sama lagi.

0 komentar:

Posting Komentar