Tampilkan postingan dengan label Autobiografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Autobiografi. Tampilkan semua postingan

Tentang 25 Juli


Bukan apa apa, ini tentang 25 juli. 
18 tahun lalu ia mulai mengenal dunia. 
Tak tau apa apa, hanya tentang 25 juli. 
Ia merasa sesuatu yang beda disetiapnya. 
Begitu juga, tentang 25 juli hari ini. Ia tetap merasa berbeda pada hari itu. Berjuta untaian syukur ia panjatkan, dalam keheningan sendiri. 
Tidak seperti yang lain, meletakkan tangan dibawah dagu sambil memejamkan mata menyampaikan harapan, lalu meniup lilin dengan disambut senyum orang orang disekitarnya saat membuka mata.
Tidak, tidak pernah seperti itu.
Bergelut dengan rasa penasaran dengan tentang apa yang ada didalam kado dari orang orang tercintanya. 
Tidak, tidak pernah seperti itu. Hanya tasyakuran kecil dengan masakan sederhana yang dimasak ibunya yang dimakan bersama teman temannya, setelah sebelumnya menengadahkan tangan dan berharap dalam doa tentang 25 juli yang mendatang. Hanya itu, ya hanya itu.
Namun entah sejak kapan ia sudah mulai tak lagi merasakan hal seperti itu. Nampaknya sejak ia tak lagi dianggap anak anak. Atau mungkin pula orang orang terkasihnya telah lupa tentang apa yang istimewa baginya di 25 juli
Dan dimalam itu, lihatlah …
Ia sendiri.
Dan masih tentang 25 juli. Ia mencoba menarik lagi cerita cerita kejadian 25 juli 18 tahun silam. Instropeksi, mencari celah kebenaran dari kesalahan cara hidupnya.
Bagaimanapun, dan masih tentang 25 juli, adalah istimewa baginya.
Dan ia ternyata adalah aku.

Suatu ketika ku pernah berangan ...

aku pernah suatu ketika berangan-angan, begini :

"Siapapun kelak yang akan menjadi bakal pendamping hidupku atau ada seseorang yang bilang dia ingin menjadi pedampingku, aku akan katakan padanya. 
Begini kataku:
--" apa yang kau cari kelak bersamaku?"
--" apa kau menganggap materi adalah kunci kebahagiaan?"
--" jika kau inginkan mobil atau kendaraan yang bagus, rumah mewah, uang berlimpah,dan hanya inginkan kebahagiaan lahir saja. jika ia maka, PERGILAH ! pergi jauh jauh.

aku tidak punya apa apa yang kau inginkan tadi. carilah yang lain saja. namun jika tidak aku berjanji akan ku bahagiakan kau dengan seluruhku, lahir dan batin. akan ku beri apa apa yang kutanyakan tadi.

Lalu setelahnya aku tersenyum hampir tertawa, terlalu jauh aku berangan. apa juga masih ada kelak wanita seperti itu? Entahlah !

Kita Sangat Berbeda

untuk bibi bibiku ( lina,mita,nindy dan rohis)

Dulu ketika kita masih kekanak-kanakan, dalam canda tawa tanpa dosa, bersih tak terjamah sesat nafsu, dalam satu cerita kebahagiaan, melepas lelah dengan cerita-cerita disekolah,
kita bahagia tanpa dosa dan kekejian. sampai pada saat perputaran waktu mengantar, aku berjalan sendiri dilain cerita, dan kalian tetap pada cerita kalian. Hidup dikalangan agamis dan penuh sopan santun. sebenarnya aku pun sama, dikalangan yang nampaknya sama dengan kalangan cerita kalian. setelah sehenyak aku tersadar akan roda ceritaku, aku dituntun kembali pada cerita kalian.
Dalam bayang tak jelas aku mencoba menelaah, bagaimana ceritaku dan cerita kalian. saat kita terpisah lautan pembatas cerita. dan bagaimana aku yang sekarang dan bagaimana kalian yang sekarang? saat aku harus kembali pada cerita kalian. aku kira kita sama, akan menapak satu jalan tanpa beda.
ah, namun itu hanya sekilas anggapan salah. dan yang benar adalah KITA SANGAT BERBEDA.
namun sejenak satu diantara kalian menelikung sangkaku. hah! terimakasihku pada bibiku yang satu ini, tapi harus kau sadar dan kalian sadar bibi bibiku!
sekilas sepintas aku dan kalian memang tampak sama. Dulu kita memang dalam satu cerita sama, tapi itu dulu.
proses dewasa kita berbeda yang melahirkan cara berpikir kita yang berbeda pula. cara bergaul kita pun berbeda ketika kita berbeda kalangan, sopan santun yang ku abaikan sangat berbeda dengan kalian yang menjunjungnya. bergaul dengan orang orang yang berwatak keras membuat watakku yang keras kepala berbalik 180 derajat dengan lemah lembut watak kalian, mulutku yang kotor selalu mengucap kata kata yang tak layak jauh dengan mulut bersih kalian.cerita cerita kelam berbias cahaya nafsu yang selalu kuturuti membuatku terlempar jauh dari kalangan kalian yang selalu menjaganya. aroma aroma membius kesadaranku membuatku mabuk layaknya para junkiest. ah, sudahlah masih banyak kebejatanku yang tak sebanding dengan kehormatan kalian. kalian jalani cerita cerita yang bersih berpoles tuntunan syari'at agama yang bersih dengan kalangan yang terikat dalam kerabat kekeluargaan yang kukuh.
Tapi lihatlah aku,
dikalangan kalian aku jadi orang asing, acuh dengan kekeluargaan yang dulu kurasa hangat saat kekanak kanakan , terkekang sopan santun dengan logat yang kubuat buat.
sudahlah, kita memang benar benar berbeda aku mengejar sesuatu dengan cara yang mungkin salah, aku ingin meraih benar lewat salah.
SUDAH SUDAH!
lewati saja jalan kalian, tinggalkan aku , aku orang asing yang terasing. aku akan berjalan dijalan yang asing bagi kalian, berjalanlah! kelak mungkin jalan kita kan sama lagi.